PENGERTIAN, MANFAAT DAN JENIS-JENIS JARINGAN KOMPUTER
Jaringan komputer merupakan suatu sistem yang terdiri
komputer dan perangkat lainnya yang dirancang untuk dapat bekerja bersama-sama
dalam berbagai manfaat dan tujuan antara lain untuk berkomunikasi, akses
informasi, menerima maupun memberikan layanan. Bagian yang menerima layanan
disebut Client dan bagian yang memberikan layanan disebut Server. Sistem ini
dikenal sebagai sistem client-server yang sudah digunakan pada hampir seluruh
aplikasi jaringan komputer.
Pengertian jaringan komputer
Jaringan komputer merupakan sistem yang terdiri dari gabungan beberapa perangkat
komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya, berkomunikasi dan akses
informasi dari berbagai tempat antar komputer yang satu dengan komputer yang
lain.
Manfaat
jaringan komputer
1.
Berbagi sumber daya / pertukaran data
2.
Mempermudah berkomunikasi / bertransaksi
3.
Membantu akses informasi
4.
Mampu memberikan akses informasi dengan cepat dan up-to-date
JENIS-JENIS JARINGAN KOMPUTER BERDASARKAN JANGKAUAN
1. LAN ( Local
Area Network)
Local Area Network sering kita
jumpai diperkantoran, kampus, maupun warnet. Jaringan ini dapat menghubungkan
lebih dari 2 komputer di ruangan jarak dekat (terbatas) hingga beberapa
Kilometer saja. Jaringan ini biasanya
terdiri dari komputer, printer, dan perangkat lainnya.
Secara garis besar, untuk bisa menggunakan
jaringan LAN, maka sebuah komputer harus memilki sebuah NIC atau network interference card,
atau yang juga sering dikenal dengan istilah LAN Card. Dengan adanya LAN Card
ini, maka sebuah komputer bisa terhubung dan juga terkoneksi ke dalam sebuah jaringna
local, dan mengakses informasi dari server dan juga database. Fungsi LAN card sendiri sebagai pendukung
dari koneksi jarngan LAN seperti, membagikan koneksi internet ke ruangan lain,
mentransfer data dan lainnya.
a.
Jenis Jaringan LAN
Pada dasarnya, secaa umum, jaringan
local atau jaringan LAN bisa terbagi menjadi dua jenis, yaitu client to server
dan juga peer to peer LAN
1.
Client
To Server
Client to Server LAN merupakan jenis
jaringan local yang banyak digunakan terutama pada institunsi dan juga
perkantoran. Koneksi jarinan LAN ini membutuhkan paling tidak sebuah komputer
server sebagai puas data dan juga komputer induk, serta lebih dari satu buah komputer
yang berperan sebagai client atau usernya.
Client to Server LAN memungkinkan dua
atau lebih komputer dapat saling terhubung dengan server yang sama dalam satu
jaringan LAN, dan dapat melakukan pengaksesan informasi dari server secara
bersamaan.
2. peer to peer LAN
Berbeda dengan client to server LAN,
maka peer to peer LAN tidak membutuhkan komputer server atau client, hal ini
disebabkan karena pada peer to peer LAN, kedua komputer memilki pean yang sama
sebagai komputer server maupun client. Biasanya, peer to peer lan banyak
digunakan pada dua komputer yang saling tehubung untuk keperluan tertentu,
misalnya adalah game komputer multiplayer. Peer to peer LAN merupakan tipe
koneksi jaringan komputer yang paling sederhana, karena hanya membutuhkan kabel
jaringan saja untuk membangun koneksi, berbeda dengan client to server yang
membutuhkan beberapa perangkat jaringan komputer tambahan. Peer to peer juga
tidak membutuhkan komputer server untuk dapat bekerja, jadi bisa diaplikasikan
pada komputer personal biasa.
B. Cara Membaguna LAN
Untuk
dapat membangun sebuah koneksi LAN atau jaringan local, maka ada beberapa hal
yang harus diperhatikan. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus
diperhatikan :
1.
Topologi Jaringan yang Akan Digunakan
Secara singkat, topologi jaringna
komputer adalah desain dari jaringan komputer, yang menentukan bagaiamana paket
data dan juga informasi ditransmisikan antar komputer di dalam jaringan
tersebut. Untuk pembuatan jaringan local (LAN), maka ada beberapa topologi yang
bisa diimplementasikan, yaitu:
Topologi ring merupakan salah satu jenis topologi kuno,
namun cukup efektif untuk menghandle pembuatan jaringan lokal dari komputer yang
jumlahnya sedikit. Toplogi ring akan memungkinkan sebuah paket data atau
informasi dapat diakses oleh komputer client dalam sebuah siklus ring tertentu.
Jadi, suatu informasi baru bisa diakses oleh client nomor 4, setelah diakses
oleh client nomor 1, 2, dan juga 3 terlebih dahulu.

Ø Keuntungan
v Hemat kabel, lebih murah dari pada
topologi star
v Dapat menghindari tabrakan file data
yang dikirim karena data mengalir dalam satu arah.
v Mudah untuk membangunnya.
v Semua computer memiliki status yang
sama.
Ø Kerugian
v Peka terhadap kesalahan.
v Pembangunan jaringan lebih kaku,
apabila kabel terputus maka semua computer tidak dapat digunakan.
Topologi Bus merupakan jenis topologi yang cukup murah,
karena hanya menggunakan kebel dan juga konektor saja untuk membangun sebuah
jaringan local. Topologi bus menggunakan konektor dan juga terminator untuk
membuat sebuah jaringan local dapat bekerja.

Ø Keuntungan
v Hemat kabel.
v Murah.
v Layout kabel sederhana .
v Jika salah satu computer mati, maka tidak mengganggu
computer lain.
v Mudah dikembangkan.
Ø Kerugian
v Deteksi kesalahan sangat kecil.
v Lalu lintas yang padat sehingga sering terjadi tabrakan file
data yang dikirim.
v Apabila salah satu client rusak atuau kabel putus maka
jaringan akan rusak.
Topologi star merupakan jenis topologi yang banyak
digunakan, pada jaringan local. Topologi star memungkinkan satu server dapat
melayani lebih dari dua komputer client secara bersamaan, dengan bantuan
perangkat keras jaringan, seperti switch dan juga hub.

Ø Keuntungan
v Fleksibilitas tinggi.
v Penambahan/perubahan computer sangat mudah dan tidak
mengganggu bagian jaringan lain.
v Control terpusat sehingga mudah dalam pengelolaan
jaringan.
v Kemudahan mendeteksi isolasi kesalahan/kerusakan.
v Jika salah satu computer (bukan computer pusat) rusak maka
tidak akan mempengaruhi yang lain.
Ø Kerugiaan
v Perlu penanganan khusus.
v Jika computer pusat rusak maka computer lain juga akan
rusak.
- Topologi Tree
Topologi tree memungkinkan beberapa jaringan local kecil di
dalam satu gedung digabungkan sehingga menjadi satu kesatuan jaringan local
yang besar. Selain topologi tree juga dapat memungkinkan tehubungnya komputer
di dalam sebuah jaringan dengan tingkatan atau hierarki yang berbeda. Cocok
untuk penggunaan jaringan LAN di dalam gedung bertingkat.
- Keuntungan
- Control manajemen lebih mudah
karna bersifat terpusat dan berbagi tingkatan jenjang.
- Mudah dikembangkan.
- Didukung oleh software dan
hardware dari beberapa perusahaan.
- Kerugiaan
- Jika salah satu node rusak
maka node yang ada di jenjang berikutnya ikut rusak.
- Dapat terjadi tabrakan file.
- Lebih sulit untuk
mengkonfigurasi dan memasang kabel dari pada morfologi lain.
- Topologi Mesh
Topologi mesh merupakan jenis topologi jaringan local yang
memungkinkan setiap komputer bisa melakukan feedback satu sama lain. TIdak
cocok digunakan pada jaringan LAN yang besar, karena akan menyulitkan
pengawasan.

Ø Keuntungan
v Mampu menampung banyak pengguna topologi mesh yang sedang
aktif
Ø Kerugian
v Membutuhkan banyak kabel, sehingga
banya gangguan jaringan
C.
Perangkat Keras yang Akan Digunakan
Apabila ingin membuat suatu jaringan local, maka paling
tidak ada beberapa jenis perangkat keras yang harus diperhatikan penggunaannya,
sesuat dengan topologi yangakan diimplementasikan. Berikut ini adalah beberapa
perangkat keras yang harus ada untuk membangun sebuah jaringan local:
- NIC
; merupakan perangkat keras yang wajib ada, karena dapa t menghubungkan
setiap komputer dengan sebuah jaringan local. Disebut juga dengan nama LAN
Card.

- Kabel
jaringan ; kabel jaringan wajib ada
untuk koneksi jaringan komputer yang menggunakan sisitem kabel. Kualitas
dan jenis kabel akan mempengaruhi kecepatan dari transfer data dan juga
informasi di dalam jaringan.

- Hub / Switch ; perangkat ini sangat penting untuk
pembuatan sebuah jaringan yang menggunakan topologi star dan juga tree.

- Bridge
; digunakan untuk menjembatani antar jaringan LAN kecil menjadi
sebuah jaringan LAN besar dalam topologi tree.

D. Contoh
Pengaplikasian Jaringan Local (LAN)
Berikut
ini adalah beberapa contoh penggunaan jaringan local atau LAN di dalam
kehidupan sehari-hari:
A.
Dalam
Sebuah Sekolah
Biasanya,
satu lokasi Sekolah terdiri dari beberapa gedung, dimana setiap gedung memiliki
koneksi LAN kecil. Agar seluruh gedung bisa menggunakan koneksi jaringan LAN,
maka dibuatlah sebuah topologi tree menggunakan bridge, sehingga terbentuknlah
sebuah jaringan LAN besar yang bisa diakses oleh seluruh gedung di dalam
kompleks kampus tersebut.
B.
LAN pada warnet
LAN pada
warnet juga merupakan salah satu contoh umum di kehidupan sehari-hari. LAN pada
warnet biasanya menggunakan topologi star, dimana setiap client dapat terhubung
dengan satu buah server.
3. MAN (Metropolitan Area Network)
Sesuai
dengan namanya maka jenis jaringan ini memberikan layanan hingga wilayah yang
luas dan kemampuan transfer datapun berkecepatan sangat tinggi. Wilayah yang
dapat menjadi cakupannya berkisar hingga 50 KM. MAN ini merupakan rangkaian LAN
yang berukuran dan berjarak lebih besar.

3. WAN (Wide Area Network)
Jenis jaringan
ini memberikan layanan lebih luas lagi dibanding MAN yaitu dapat menghubungkan
suatu wilayah bahkan negara lain. WAN pada dasarnya merupakan kumpulan beberapa
LAN yang ada di beberapa lokasi sehingga dibutuhkan sebuah device untuk
menghubungkannya dan device itu kita sebut router.

4. Internet
kependekan dari
interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling
terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control
Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket
(packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di
seluruh dunia.
Jenis-jenis jaringan komputer
berdasarkan fungsinya
1. Client – Server
Merupakan
jaringan komputer yang dikhususkan sebagai client dan server, layanan ini bisa
diberikan oleh 1 atau lebih komputer.
2. Peer-to-Peer
Merupakan
jaringan komputer yang setiap host nya dapat menjadi sebuah server atau menjadi
client secara bersamaan.
Jenis-jenis
jaringan komputer berdasarkan media transmisi
1.
Jaringan
berkabel ( Wired Network)
Jaringan ini mengunakan
media kabel dalam menghubungkan setiap komputer dalam jaringan
2.
Jaringan
Nirkabel (Wireless Network)
Jaringan
ini tidak menggunakan media kabel sebagai alat pengbungnya, tetapi menggunakan
gelombang elektromagnetik dalam setiap kiriman sinyal informasinya.
Pengertian E-Commerce
Definisi E-Commerce menurut Laudon & Laudon (1998), E-Commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan computer sebagai perantara transaksi bisnis.
E-Commerce atau yang biasa disebut juga dengan istilah Ecom atau Emmerce atau EC merupakan pertukaran bisnis yang rutin dengan menggunakan transmisi Electronic Data Interchange (EDI), email, electronic bulletin boards, mesin faksimili, dan Electronic Funds Transfer yang berkenaan dengan transaksi-transaksi belanja di Internet shopping,
Stock online dan surat obligasi, download dan penjualan software, dokumen, grafik, musik, dan lain-lainnya, serta transaksi Business to Business (B2B). (Wahana Komputer Semarang 2002).
Sedangkan definisi E-Commerce menurut David Baum (1999, pp. 36-34) yaitu: E-Commerce is a dynamic set of technologies, applications, and bussines process that link enterprises, consumers, and communities through electronics transactions and the electronic exchange of goods, services, and informations.
Diterjemahkan oleh Onno. W. Purbo: E-Commerce merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi, dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelavanan, dan informasi yang dilakukan secara elektronik.
Definisi dari E-Commerce menurut Kalakota dan Whinston (1997) dapat ditinjau dalam 3 perspektif berikut:
1. Dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau melalui peralatan elektronik lainnya.
2. Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi dari teknologi yang
menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan aliran kerja.
3. Dari perspektif layanan, E-Commerce merupakan suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas biaya layanan (service cost) ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman.
4. Dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk membeli dan menjual barang ataupun informasi melalui internet dan sarana online lainnya.
Jenis-jenis E-Commerce
Kegiatan E-Commerce mencakup banyak hal, untuk membedakannya E-Commerce dibedakan menjadi 2 berdasarkan karakteristiknya:
1. Business to Business, karakteristiknya:
• Trading partners yang sudah saling mengetahui dan antara mereka sudah terjalin hubungan yang berlangsung cukup lama.
• Pertukaran data dilakukan secara berulang-ulang dan berkala dengan format data yang telah disepakati bersama.
• Salah satu pelaku tidak harus menunggu rekan mereka lainnya untuk mengirimkan data.
• Model yang umum digunakan adalah peer to peer, di mana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.
2. Business to Consumer, karakteristiknya:
• Terbuka untuk umum, di mana informasi disebarkan secra umum pula.
• Servis yang digunakan juga bersifat umum, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.
• Servis yang digunakan berdasarkan permintaan.
• Sering dilakukan sistim pendekatan client-server. (Onno W. Purbo & Aang Arif. W; Mengenal E-Commerce, hal 4-5)
Tujuan Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis
Tujuan suatu perusahaan menggunakan sistim E-Commerce adalah dengan menggunakan E-Commerce maka perusahaan dapat lebih efisien dan efektif dalam meningkatkan keuntungannya.
Mantaat Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis
Manfaat dalam menggunakan E-Commerce dalam suatu perusahaan sebagai sistem transaksi adalah:
a. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
Transaksi on-line yang membuat semua orang di seluruh dunia dapat memesan dan membeli produk yang dijual hanya dengan melalui media computer dan tidak terbatas jarak dan waktu.
b. Menurunkan biaya operasional (operating cost).
Transaksi E-Commerce adalah transaksi yang sebagian besar operasionalnya diprogram di dalam komputer sehingga biaya-biaya seperti showroom, bebangaji yang berlebihan, dan lain-lain tidak perlu terjadi
c. Melebarkan jangkauan (global reach).
Transaksi on-line yang dapat diakses oleh semua orang di dunia tidak terbatas tempat dan waktu karena semua orang dapat mengaksesnya hanya dengan menggunakan media perantara komputer.
d. Meningkatkan customer loyalty.
Ini disebabkan karena sistem transaksi E-Commerce menyediakan informasi secara lengkap dan informasi tersebut dapat diakses setiap waktu selain itu dalam hal pembelian juga dapat dilakukan setiap waktu bahkan konsumen dapat memilih sendiri produk yang dia inginkan.
e. Meningkatkan supply management.
Transaksi E-Commerce menyebabkan pengefisienan biaya operasional pada perusahaan terutama pada jumlah karyawan dan jumlah stok barang yang tersedia sehingga untuk lebih menyempurnakan pengefisienan biaya tersebut maka sistem supply management yang baik harus ditingkatkan.
f Memperpendek waktu produksi.
Pada suatu perusahaan yang terdiri dari berbagai divisi atau sebuah distributor di mana dalam pemesanan bahan baku atau produk yang akan dijual apabila kehabisan barang dapat memesannya setiap waktu karena on-line serta akan lebih cepat dan teratur karena semuanya secara langsung terprogram dalam komputer.
Pernyataan-pernyataan Onno W. Purbo di atas juga didukung oleh permyataan Laura Mannisto (International Telecommunication Union, Asia and the Future of the World Economic System, 18 March 1999, London), yaitu:
a. Ketersediaan informasi yang lebih banyak dan mudah diakses Ketersediaan informasi produksi dan harga dapat diakses oleh pembeli, penjual, produsen dan distributor.
b. Globalisasi Produksi, distribusi dan layanan konsumen : jarak dan waktu relatif lebih pendek, sehingga perusahaan dapat berhubungan dengan rekan bisnis di lain negara dan melayani konsumen lebih cepat. Produsen dapat memilih tempat untuk memproduksi dan melayani konsumen tidak tergantung dimana konsumen itu berada. Perusahaan yang berada di negara berpendapatan rendah dapat mengakses informasi dan membuat kontak bisnis tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi.
c. Mengurangi biaya transaksi dengan adanya system order, pembayaran dan logistik secara online dan otomatis.
Ancaman Menggunakan E-Commerce (Threats)
Threats merupakan kemungkinan-kemungkinan munculnya kejadian yang dapat membahayakan asset-aset yang berharga.
Ada beberapa bentuk ancaman yang mungkin terjadi:
• System Penetration
Orang-orang yang tidak berhak melakukan akses ke system computer dapat dan diperbolehkan melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginannya.
• Authorization Violation
Pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang legal yang dimiliki seseorang yang berhak mengakses sebuah sistim.
• Planting
Memasukan sesuatu ke dalam sebuah system yang dianggap legal tetapi belum tentu legal di masa yang akan datang.
• Communications Monitoring
Seseorang dapat mernantau semua infonnasi rahasia dengan melakukan monitoring komunikasi sederhana di sebuah tempat pada jaringan komunikasi.
• Communications Tampering
Segala hal yang membahayakan kerahasiaan informasi seseorang tanpa melakukan penetrasi, seperti mengubah infonnasi transaksi di tengah jalan atau membuat sistim server palsu yang dapat menipu banyak orang untuk memberikan infonnasi rahasia mereka secara sukarela.
• Denial of service
Menghalangi seseorang dalam mengakses informasi, sumber, dan fasilitas-fasilitas lainnya.
• Repudiation
Penolakan terhadap sebuah aktivitas transaksi atau sebuah komunikasi baik secara sengaja maupun tidak disengaja.
Definisi E-Commerce menurut Laudon & Laudon (1998), E-Commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan computer sebagai perantara transaksi bisnis.
E-Commerce atau yang biasa disebut juga dengan istilah Ecom atau Emmerce atau EC merupakan pertukaran bisnis yang rutin dengan menggunakan transmisi Electronic Data Interchange (EDI), email, electronic bulletin boards, mesin faksimili, dan Electronic Funds Transfer yang berkenaan dengan transaksi-transaksi belanja di Internet shopping,
Stock online dan surat obligasi, download dan penjualan software, dokumen, grafik, musik, dan lain-lainnya, serta transaksi Business to Business (B2B). (Wahana Komputer Semarang 2002).
Sedangkan definisi E-Commerce menurut David Baum (1999, pp. 36-34) yaitu: E-Commerce is a dynamic set of technologies, applications, and bussines process that link enterprises, consumers, and communities through electronics transactions and the electronic exchange of goods, services, and informations.
Diterjemahkan oleh Onno. W. Purbo: E-Commerce merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi, dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelavanan, dan informasi yang dilakukan secara elektronik.
Definisi dari E-Commerce menurut Kalakota dan Whinston (1997) dapat ditinjau dalam 3 perspektif berikut:
1. Dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau melalui peralatan elektronik lainnya.
2. Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi dari teknologi yang
menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan aliran kerja.
3. Dari perspektif layanan, E-Commerce merupakan suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas biaya layanan (service cost) ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman.
4. Dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk membeli dan menjual barang ataupun informasi melalui internet dan sarana online lainnya.
Jenis-jenis E-Commerce
Kegiatan E-Commerce mencakup banyak hal, untuk membedakannya E-Commerce dibedakan menjadi 2 berdasarkan karakteristiknya:
1. Business to Business, karakteristiknya:
• Trading partners yang sudah saling mengetahui dan antara mereka sudah terjalin hubungan yang berlangsung cukup lama.
• Pertukaran data dilakukan secara berulang-ulang dan berkala dengan format data yang telah disepakati bersama.
• Salah satu pelaku tidak harus menunggu rekan mereka lainnya untuk mengirimkan data.
• Model yang umum digunakan adalah peer to peer, di mana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.
2. Business to Consumer, karakteristiknya:
• Terbuka untuk umum, di mana informasi disebarkan secra umum pula.
• Servis yang digunakan juga bersifat umum, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.
• Servis yang digunakan berdasarkan permintaan.
• Sering dilakukan sistim pendekatan client-server. (Onno W. Purbo & Aang Arif. W; Mengenal E-Commerce, hal 4-5)
Tujuan Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis
Tujuan suatu perusahaan menggunakan sistim E-Commerce adalah dengan menggunakan E-Commerce maka perusahaan dapat lebih efisien dan efektif dalam meningkatkan keuntungannya.
Mantaat Menggunakan E-Commerce dalam Dunia Bisnis
Manfaat dalam menggunakan E-Commerce dalam suatu perusahaan sebagai sistem transaksi adalah:
a. Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar).
Transaksi on-line yang membuat semua orang di seluruh dunia dapat memesan dan membeli produk yang dijual hanya dengan melalui media computer dan tidak terbatas jarak dan waktu.
b. Menurunkan biaya operasional (operating cost).
Transaksi E-Commerce adalah transaksi yang sebagian besar operasionalnya diprogram di dalam komputer sehingga biaya-biaya seperti showroom, bebangaji yang berlebihan, dan lain-lain tidak perlu terjadi
c. Melebarkan jangkauan (global reach).
Transaksi on-line yang dapat diakses oleh semua orang di dunia tidak terbatas tempat dan waktu karena semua orang dapat mengaksesnya hanya dengan menggunakan media perantara komputer.
d. Meningkatkan customer loyalty.
Ini disebabkan karena sistem transaksi E-Commerce menyediakan informasi secara lengkap dan informasi tersebut dapat diakses setiap waktu selain itu dalam hal pembelian juga dapat dilakukan setiap waktu bahkan konsumen dapat memilih sendiri produk yang dia inginkan.
e. Meningkatkan supply management.
Transaksi E-Commerce menyebabkan pengefisienan biaya operasional pada perusahaan terutama pada jumlah karyawan dan jumlah stok barang yang tersedia sehingga untuk lebih menyempurnakan pengefisienan biaya tersebut maka sistem supply management yang baik harus ditingkatkan.
f Memperpendek waktu produksi.
Pada suatu perusahaan yang terdiri dari berbagai divisi atau sebuah distributor di mana dalam pemesanan bahan baku atau produk yang akan dijual apabila kehabisan barang dapat memesannya setiap waktu karena on-line serta akan lebih cepat dan teratur karena semuanya secara langsung terprogram dalam komputer.
Pernyataan-pernyataan Onno W. Purbo di atas juga didukung oleh permyataan Laura Mannisto (International Telecommunication Union, Asia and the Future of the World Economic System, 18 March 1999, London), yaitu:
a. Ketersediaan informasi yang lebih banyak dan mudah diakses Ketersediaan informasi produksi dan harga dapat diakses oleh pembeli, penjual, produsen dan distributor.
b. Globalisasi Produksi, distribusi dan layanan konsumen : jarak dan waktu relatif lebih pendek, sehingga perusahaan dapat berhubungan dengan rekan bisnis di lain negara dan melayani konsumen lebih cepat. Produsen dapat memilih tempat untuk memproduksi dan melayani konsumen tidak tergantung dimana konsumen itu berada. Perusahaan yang berada di negara berpendapatan rendah dapat mengakses informasi dan membuat kontak bisnis tanpa harus mengeluarkan biaya tinggi.
c. Mengurangi biaya transaksi dengan adanya system order, pembayaran dan logistik secara online dan otomatis.
Ancaman Menggunakan E-Commerce (Threats)
Threats merupakan kemungkinan-kemungkinan munculnya kejadian yang dapat membahayakan asset-aset yang berharga.
Ada beberapa bentuk ancaman yang mungkin terjadi:
• System Penetration
Orang-orang yang tidak berhak melakukan akses ke system computer dapat dan diperbolehkan melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginannya.
• Authorization Violation
Pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang legal yang dimiliki seseorang yang berhak mengakses sebuah sistim.
• Planting
Memasukan sesuatu ke dalam sebuah system yang dianggap legal tetapi belum tentu legal di masa yang akan datang.
• Communications Monitoring
Seseorang dapat mernantau semua infonnasi rahasia dengan melakukan monitoring komunikasi sederhana di sebuah tempat pada jaringan komunikasi.
• Communications Tampering
Segala hal yang membahayakan kerahasiaan informasi seseorang tanpa melakukan penetrasi, seperti mengubah infonnasi transaksi di tengah jalan atau membuat sistim server palsu yang dapat menipu banyak orang untuk memberikan infonnasi rahasia mereka secara sukarela.
• Denial of service
Menghalangi seseorang dalam mengakses informasi, sumber, dan fasilitas-fasilitas lainnya.
• Repudiation
Penolakan terhadap sebuah aktivitas transaksi atau sebuah komunikasi baik secara sengaja maupun tidak disengaja.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar